Pelaksanaan pembangunan di Provinsi NTB terus menuai prestasi. Dengan peningkatan produksi padi tertinggi di Indonesia yang mencapai 14,7 % (2007-2008), kini penghargaan dalam bidang pertanian, diberikan langsung oleh Presiden RI kepada Gubernur NTB, TGH. H.M. Zainul Majdi, MA., pada acara Jambore Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) tahun 2009, di Asrama Haji Donohudan Boyolali Jawa Tengah, Senin (8/6).
Dalam pemberian penghargaan kepada 16 Gubernur, 153 Bupati/Walikota dan 3 orang petani P2BN, yang berkategori daerah yang dapat meningkatkan produksi padi pada tahun 2008 lebih dari 5% dibanding tahun 2007, diterima pula oleh Walikota Mataram, Bupati Lombok Tengah, Bupati Lombok Timur, Bupati Sumbawa Barat, Bupati Sumbawa Barat, Bupati Dompu, Walikota Bima dan Bupati Bima. Disamping itu beberapa anggota/kelompok pertanian pun mendapat penghargaan antara lain; Penyuluh Pertanian Berprestasi, Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman Berprestasi, Kelompok Tani Jagung di Labangka, Unit Pelayanan Jasa, Alat dan Mesin Pertanian Loteng.
Jambore SL-PTT tahun 2009 ini selain dihadiri oleh Presiden RI beserta Ibu Hj. Ani Yudhoyono, diikuti pula oleh sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu serta para pelaku pertanian seluruh Indonesia.
Dalam laporannya, Menteri Pertanian RI, Anton Apriantono memaparkan kegiatan Jambore Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Tahun 2009 ini bertema “BERSAMA MEWUJUDKAN SWASEMBADA PANGAN BERKELANJUTAN UNTUK MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN NASIONAL”, dan diikuti kurang lebih 5000 orang peserta yang terdiri dari Petani, Petugas Tingkat Lapang, Petugas Tingkat Provinsi, Petugas Tingkat Kabupaten, Peserta Pusat dan Swasta/Stakeholder lainnya.
Menurut Anton, tujuan dari pelaksanaan jambore antara lain: menyamakan persepsi dan sinergisitas antara masyarakat SL-PTT tanaman pangan, memotivasi petugas pendamping dan petani pelaksana SL-PTT, meningkatkan komunikasi antara petugas pendamping dan petani pelaksana, serta menerima umpan balik dari petugas pendamping dan pelaksana SL-PTT.
Dengan keberhasilan program yang mulai dikembangkan pada tahun 2007 melalui integrasi segala operasional serta keserasian antara teknologi dengan sumber daya spesifikasi lokasi ini, lanjutnya, Indonesia mampu meningkatkan produksi dari 54,45 juta ton GKG pada tahun 2006, 57,16 juta ton GKG pada tahun 2007, dan meningkat menjadi 60,25 juta ton GKG pada tahun 2008 atau mengalami peningkatan sebesar 5,41 %.
Disamping itu, paparnya, produksi jagung pun menglami peningkatan, dari 11,61 juta ton 2006, 13,29 juta pada tahun 2007, menjadi 16,32 juta ton pada tahun 2008. Selain itu, produksi kedelai juga mengalami peningkatan mencapai 776.000 ton pada tahun 2008 atau meningkat 28,92 % dibanding tahun 2007.
“adanya program ini telah membuat Indonesia berhasil swasembada beras pada tahun 2008, dan diberbagai forum internasional, banyak negara sangat terkesan dari keberhasilan ini, sehingga mereka berkeinginan untuk belajar ke Indonesia,” katanya.
Untuk itu, imbuhnya, Pemerintah kini optimis untuk terus mengembangkan program SL-PTT dan meningkatkan luas arealnya. Pada tahun 2008, luas areal 1,5 juta hektar ditargetkan menjadi 2 juta hektar pada tahun 2009 serta ditargetkan lebih dari 2,5 juta hektar pada tahun 2010.
Tulis Komentar Anda.