Monday, 6 February 2012
Selasa, 16 Juni 2009

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia di Kota Mataram terus bergulir sejak dibuka pada 5 Juni lalu. Kemarin (13/6), dilakukan penanaman sekitar 200 pohon di salah satu tanah pecatu milik pemkot di Lendang Lekok, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya.

Ketua panitia peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia di Kota Mataram Erwin A.Hadi mengatakan, kegiatan itu melibatkan berbagai unsur. Mulai dari Kantor Lingkungan Hidup, Komunitas Mapala, LSM peduli lingkungan hingga masyarakat.

Luas tanah yang ditanami pohon sekitar 17 are. Bibit pohon yang ditanam adalah mahoni dan bajur. ‘’Ke depannya tanah pecatu itu akan dikembangkan menjadi hutan kota,’’ katanya.

Dengan ditanami dua jenis pohon tersebut maka areal sekitar akan rindang. Sebelumnya, pemkot telah menyediakan tiga lokasi tanah pecatu sebagai alternatif pilihan. Yakni, tanah pecatu di Pejeruk, Sayang-Sayang, dan Selagalas. Namun setelah diukur berdasarkan kendala yang dihadapi, panitia sepakat memilih lokasi di Lendang Lekok.

‘’Tanah pecatu yang lain masih digunakan masyarakat sekitar untuk bercocok tanam,’’ ungkapnya.

Sekretaris panitia, Aris Herdian Asriadi menambahkan, pemkot masih memiliki sekitar 400 hektare lahan pecatu yang tersebar di sejumlah wilayah di Mataram. Diharapkan dengan adanya penanaman tersebut dapat menjadi pemicu untuk lahan pecatu yang lain digunakan sebagai lokasi hutan kota.

Selain menanam pohon, kesempatan itu juga dilakukan bersih lingkungan. Sampah-sampah di sekitar lingkungan dipungut dan diangkut ke satu lokasi. Antusiasme yang besar ditunjukkan warga selama kegiatan bersih-bersih.

Sementara itu, sesuai jadwal, hari ini di Kantor Wali Kota Mataram akan digelar pemutaran film lingkungan hidup (LH). Kegiatan yang masih dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia di Kota Mataram itu akan melibatkan para siswa SMA dari 38 sekolah di Mataram.

Diprediksi, sekitar 250 orang akan membanjiri lokasi acara. Erwin menjelaskan, selain pemutaran film juga akan digelar dialog. Diharapkan melalui acara tersebut, seluruh peserta khususnya para siswa lebih menyadari tentang pemanasan global yang melanda bumi saat ini.

‘’Kami memang ingin lebih mendekatkan para peserta dengan kondisi lingkungan hidup saat ini. Sehingga upaya mencegah pemanasan global dapat dilakukan bersama,’’ ujar Erwin.

Acara ditutup dengan kegiatan pameran yang rencananya akan dilaksanakan di Mataram Mal. Bekerjasama dengan beberapa unsur, termasuk rekan media, panitia akan mendirikan beberapa stan.

Kegiatan penutup juga akan diwarnai dengan acara penyebaran pamflet dan brosur bertemakan lingkungan hidup. ‘’Sosialisasi memang akan terus kami lakukan agar peringatan lingkungan hidup ini memang benar-benar sesuai dengan harapan dan mengena,’’ tandasnya.

Tulis Komentar Anda.