Monday, 6 February 2012
Selasa, 16 Juni 2009

Deklarasi kampanye damai pemilu presiden dan wakil presiden, digelar KPUD Prov. NTB bersama seluruh tim sukses (timses) dari tiga pasangan capres dan cawapres yang akan bertarung pada pemilu presiden dan wakil presiden 8 Juli 2009 mendatang, di Halaman Kantor Gubernur NTB, Rabu (10/6).

Deklarasi tersebut tertuang dalam naskah kesepahaman kampanye damai yang ditandatangani oleh Ketua dari masing-masing tim sukses. Penandatanganan juga disaksikan para pendukung tiga pasangan capres dan cawapres.

Sedangkan isi dari pernyataan sikap itu antara lain, menyatakan untuk bersama-sama komisi pemilihan umum provinsi dan seluruh masyarakat NTB ikut bertanggung jawab menyelenggarakan pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2009 dengan damai tertib dan demokratis serta menghindari perbuatan yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

Ketua KPUD NTB Fauzan Khalid, berharap kampanye berlangsung aman dan tertib. Dia menilai, selama ini masyarakat NTB telah cukup dewasa dalam memaknai demokrasi. Hal ini diharapkan dapat menjadi modal dalam upaya mencipakan kampanye damai di NTB.

Sementara itu, Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Tata Praja dan Aparatur Setda Prov. NTB H. Sirojul Munir, SH, MH mengatakan, pemilu sebagai sebuah pesta harus disambut dengan rasa syukur dan suka cita. Rasa syukur tersebut harus ditunjukkan dalam bentuk sikap dan perilaku yang baik.

“Semua kontestan pemilu, baik pengurus partai politik dan para pendukungnya, penyelenggara pemilu (KPU, Panwas dan segenap unsurnya), aparatur pemerintah serta masyarakat secara keseluruhan, harus secara kolektif mematuhi berbagai ketentuan dan norma demokrasi yang baik,|” ujarnya.

Untuk itu Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para pimpinan partai politik serta juru kampanye pendukung capres dan cawapres, agar mengedepankan kampanye damai.

“Materi-materi kampanye yang disampaikannya adalah materi yang mengandung proses pendidikan dan pembelajaran serta kedewasaan politik bagi masyarakat, bukan hal-hal yang dapat memancing sentimen emosional masyarakat atau pihak-pihak lain, yang bisa memicu lahirnya kondisi destruktif yang akan merugikan semua,”tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda NTB Brigjen Polisi Drs. Surya Iskandar juga menyampaikan hal yang serupa. Sebagai penanggung jawab keamanan di daerah, Kapolda mengaku akan bertindak tegas terhadap segala upaya yang akan menggagalkan pelaksanaan pilpres. Penegakan hukum juga akan diterapkan terhadap pelanggaran hukum yang terjadi.

Kapolda juga menegaskan, TNI maupun Polri akan menjunjung sikap netral dalam pilpres. ”Dengan menjaga netralitas ini, masyarakat akan mempercayai pengamanan yang dilakukan Polri yang dibantu TNI,”pungkasnya. ( Ibeng)

Tulis Komentar Anda.