Sekolah-sekolah yang menang pada Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional, akan dipanggil Presiden saat penyerahan hadiah nanti. Rencananya, penyerahan hadiah ini akan bertepatan dengan kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus.
Hal ini disampaikan tim penilai dari pusat Dewi Kartini Sari saat melakukan penilaian, kemarin (13/6). Rombongan dari pusat ini hadir di SMAN 7 Mataram pukul 08.00 wita. Turut hadir Walikota Mataram HM Ruslan, Kadis Dikpora Kota Mataram HL Syafi’i, Kakandepag H Husnan Ahmadi, serta Kabag Karo Kesos Provinsi NTB Arsyad Gani, yang mendampingi rombongan.
Rombongan tim penilai ini terdiri dari perwakilan dari Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Dalam Negeri, dan Departemen Agama. ‘’Salah satu penilaian penting dalam lomba ini adalah UKS (Usaha Kesehatan Sekolah),’’ kata Dewi.
Dalam penilaian ini, rombongan melihat langsung ruang UKS, kantin sekolah, WC, taman sekolah serta seluruh ruang kelas yang ada. Selain itu, tim penilai juga mewawancarai siswa siswi.
Setelah melakukan penilaian di SMAN 7 Mataram, rombongan beralih ke SMPN 1 Mataram. Sama seperti tempat sebelumnya, tim penilai juga menyidak langsung seluruh sudut sekolah. ‘’Sekolah-sekolah ini bagus,’’ ujarnya.
Walikota Mataram HM Ruslan menyatakan bangga dengan dipilihnya dua sekolah dari Mataram untuk mewakili NTB ke ajang nasional. Ini membuktikan, bahwa kualitas pendidikan di Kota Mataram tak sekadar pada aspek akademik. Di bidang lain pun Kota Mataram menunjukkan kelasnya.
“Saya yakin Kota Mataram bisa jadi duta sekolah sehat. Dan tidak hanya sekolah ini, sekolah-sekolah lain juga bisa mencontoh,’’ ujarnya.
Namun ia mengingkatkan, prestasi dua sekolah saat ini yang mewakili NTB, tidak disulap begitu saja. Butuh proses yang panjang. Sebelumnya dua sekolah ini tidak diperhitungkan untuk lomba sekolah sehat. Berkat kerja keras sekolah dan dukungan pemerintah kota, akhirnya sekolah-sekolah ini bisa melaju ke tingkat nasional.
“Jangan lihat yang sekarang. Tapi lihat ke belakang. Bagaimana kondisi sekolah ini. Di SMAN 7 Mataram dulu sekolah yang tandus, sampai-sampai dijuluki sekolah Padang Arofah,’’ ujarnya.
Walikota berharap, prestasi kedua sekolah ini bisa ditiru sekolah lainnya. Bukan sekadar karena lomba saja, tapi sekolah sehat bisa menunjang aktivitas pembelajaran. siswa dan guru jadi betah di sekolah. Sekolah bisa menjadi tempat edukasi nilai-nilai kebersihan.
Tulis Komentar Anda.