Guna mencari solusi berbagai persoalan di bidang ketenagakerjaan, Pemerintah Provinsi Bali menggelar rapat kerja(raker) dengan 9 Provinsi yang menjadi anggota Mitra Praja Utama (MPU). Raker dibuka secara resmi oleh Sekda Provinsi Bali Drs. I Nyoman Yasa,M.Si, Rabu (10/6) di Hotel Puri Nusa Indah, Jalan Waribang Denpasar.
Raker yang berlangsung hingga Jumat (12/6) tersebut diikuti 30 peserta dari Kabupaten/Kota se-Bali dan perwakilan dari provinsi anggota MPU antara lain DIY, NTB, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten dan Bali. Raker bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan di bidang ketenagakerjaan yang dialami tiap provinsi anggota MPU.
Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Bali, Nyoman Yasa dalam sambutannya mengatakan, Bali memiliki karakteristik perekonomian yang unik bila dibandingkan dengan provinsi lainnya. Pilar perekonomian Bali bertumpu pada sektor pariwisata yang didukung oleh dua sektor lainnya yaitu pertanian dalam arti luas dan industri kecil. Pariwisata sebagai leading sector berpengaruh sangat besar terhadap perkembangan ketenagakerjaan di Provinsi Bali.
Karena keunikan itu, Bali perlu mempersiapkan tenaga kerja yang terdidik dan terlatih untuk merebut peluang kerja pada berbagai sektor, utamanya sektor pariwisata. Hal ini sangat penting agar tenaga kerja Bali mampu bersaing di era globallisasi. “Dalam mempersiapkan tenaga kerja kita harus jeli melihat posisi dan peluang apa yang dibutuhkan oleh perusahan, sehingga tidak menjadi sia-sia,” ujarnya.
Selain menyiapkan tenaga kerja di sektor formal, diperlukan juga suatu usaha untuk memupuk rasa kewirausahaan di kalangan generasi muda. Dengan demikian, mereka tidak hanya terpaku pada pekerjaan formal, namun mampu menciptakan peluang kerja bagi dirinya sendiri dan juga bagi pencari kerja yang lain.
Mengingat kompleksnya permasalahan di bidang ketenagakerjaan, Nyoman Yasa menyambut gembira pelaksanaan raker MPU. Raker ini diharapkan mampu menghasilkan rumusan kesepakatan untuk memajukan bidang ketenagakerjaan di tiap provinsi yang menjadi anggota MPU. Selain itu, melalui kegiatan semacam ini juga terjalin kumunikasi dan tukar informasi antar provinsi.
Nyoman Yasa berharap agar raker mampu merumuskan dan mensinergikan berbagai kegiatan yang mendukung upaya peningkatan kualitas SDM. Raker juga hendaknya mampu mengembangkan inovasi baik untuk peningkatan kualitas SDM maupun perluasan kesempatan kerja. Selain itu, raker hendaknya menemukan solusi masalah kekurangan SDM baik instruktur maupun fungsional yang dihadapi tiap provinsi. Hasil raker ini selanjutnya akan dibawa pada raker MPU tingkat Gubernur yang akan digelar di Surabaya dalam waktu dekat.
Tulis Komentar Anda.