Monday, 6 February 2012
Sabtu, 6 Juni 2009

MASUKNYA NTB dalam catatan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai salah satu daerah yang terindikasi melakukan kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) cukup mengkhawatirkan. Namun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram yakin pihaknya tidak melakukan kecurangan sehingga masyarakat Mataram tidak perlu khawatir karena Mataram merupakan salah satu kabupaten/kota yang tidak akan melakukan UN ulang.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram, Drs. HL. Syafii,MM saat dikonfirmasi Suara NTB via ponse Selasa (2/6) kemarin. Menurut Syafii, pihaknya belum mendapat laporan dari Depdiknas maupun Dikpora NTB tentang adanya kecurangan UN di Mataram. Walaupun belum mendapat laporan, Syafii sangat yakin Mataram tidak akan melaksanakan UN ulang.

‘’Dalam dua tahun terakhir, Dikpora Kota Mataram telah membuat kesepakatan dengan semua elemen pendidikan, baik dari tingkat tenaga pendidik (guru) sampai tingkat kepala sekolah untuk mengadakan dan melaksanakan UN secara jujur. Dan bukan hanya pada saat pelaksanaannya saja, tetapi mulai dari proses pembelajarannya seperti pembagian jadwal, ulangan hariannya dan lain sebagainya dilakukan secara jujur dan sebaik-baiknya,’’ jelasnya.

Menurut Syafii, UN merupakan puncak dari semua proses pembelajaran tersebut. Untuk itu, jika proses pembelajaran sudah dikawal secara objektif, transparan dan jujur maka sangat tidak mungkin pada pelaksanaan UN-nya akan terjadi kecurangan. ‘’Jika melakukan kecurangan pada saat UN dengan alasan bias mencapai target kelulusan, maka itu adalah sebuah kebodohan yang fatal. Dan pengawalan proses pembelajaran yang telah dilakukan dengan sangat baik tidak akan ada artinya bahkan bisa dikatakan gagal total,’’ tandasnya.

Tulis Komentar Anda.