Monday, 6 February 2012
Sabtu, 6 Juni 2009

KAMAR VIP – Inilah perspektif salah satu kamar VIP di RS Mataram nantinya. Dari penataan, ruangan ini lebih mirip kamar hotel ketimbang kamar RS pada umumnya. (Suara NTB/fit)Rumah Sakit (RS) Mataram direncanakan beroperasi akhir tahun 2009 ini. Akan tetapi hingga pertengahan tahun ini, RSM masih mengalami kekurangan dokter spesialis dan juga alkes (alat-alat kesehatan) tertentu, seperti citi scan. Konon, harga alat tersebut sama dengan anggaran pembangunan satu rumah sakit, yakni sekitar Rp 60 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. IGK Lania, mengakui hal itu saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (2/6) kemarin. Disebutkannya empat dokter spesialis yang belum dimiliki RSM, masing-masing dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dokter spesialis kandungan, dan dokter spesialis bedah umum.

Menurut dia sejauh ini RSM baru memiliki sembilan dokter umum, satu dokter mata, dan satu dokter ortopedi. ‘’Kita belum punya empat dokter spesialis. Ini sedang kita cari,” katanya. Sementara mengenai alkes sejalan dengan pembangunan rumah sakit milik Pemkot Mataram itu, Dikes setempat juga telah melakukan pengadaan alkes sejak tahun 2008. Untuk tahun 2008 pengadaan alkes untuk RSM sebesar Rp 7,5 miliar, tahun 2009 Rp 3,5 miliar. ‘’Untuk yang tahun 2009 ini belum kita tenderkan,’’ cetusnya. Pengadaan alkes pada dua tahun anggaran berturut-turut itu, menurut dia belum mampu mencukupi kebutuhan alkes untuk RSM secara keseluruhan.

Namun demikian Lania mengaku pihaknya belum mengetahui berapa kekurangan alkes di luar citi scan dan MRI. Untuk itu pihaknya masih menunggu hasil penghitungan dari pihak konsultan.

Di tempat terpisah, Sekda Kota Mataram, Ir. HL Makmur Said, MM, mengatakan pembangunan RSM mengedepankan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari tingkat bawah hingga kalangan menengah ke atas. Untuk itu komponen paling penting yang harus diperhatikan adalah ketersediaan peralatan dan pelayanan yang memadai. Meski peralatan di RSM nantinya sudah lengkap, pihaknya tentu tidak bisa menahan masyarakat yang lebih tertarik berobat ke luar daerah.

Terkait alkes, lanjutnya memang masih banyak yang kurang. Terutama alkes yang berharga mahal. Ia menyebut biaya berobat bagi masyarakat ekonomi lemah akan sangat terjangkau. Menurut dia ketersediaan alkes bukan satu-satunya alasan masyarakat memilih berobat ke luar daerah. ‘’Pelayanan dan kebersihan juga harus diutamakan” ujarnya.

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih baik, sebelumnya, Wali Kota Mataram, H. Moh. Ruslan, SH berjanji RSM yang dibangun oleh Pemkot Mataram, akan dioperasionalkan akhir tahun ini. ”Saya minta manajemennya jangan meniru RSU,” cetusnya. Bahkan, pihaknya merencanakan agar tenaga medis di RSM mengenakan busana khusus layaknya petugas hotel. ”Di RSM tidak ada memakai baju putih-putih,” terangnya.

Penggunaan busana khusus bagi tenaga medis di RSM, tidak lepas dari upaya Pemkot Mataram memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena bagaimanapun, katanya, pengobatan secara psikis akan lebih membantu kesembuhan pasien. Untuk itu, sebelum RSM beroperasi, calon tenaga medis yang akan ditempatkan di sana, akan diseleksi terlebih dahulu.

Tulis Komentar Anda.